Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading

Wall Street

Apa Itu Wall Street?

Wall Street adalah sebuah jalan yang terletak di jantung distrik finansial Manhattan, New York City. Namun, dalam konteks keuangan, istilah "Wall Street" merujuk pada seluruh industri jasa keuangan yang mencakup bursa saham, perusahaan sekuritas, bank investasi, hingga hedge fund dan institusi keuangan lainnya.

Wall Street menjadi pusat berbagai aktivitas penting seperti perdagangan saham, obligasi, derivatif, merger dan akuisisi, hingga penggalangan dana untuk perusahaan-perusahaan besar. Karena pengaruhnya yang besar terhadap ekonomi global, Wall Street sering dianggap sebagai barometer ekonomi dunia.

Sejarah Wall Street

Sejarah Wall Street dimulai sejak abad ke-17, saat wilayah tersebut masih merupakan koloni Belanda bernama New Amsterdam. Nama “Wall Street” berasal dari tembok (wall) kayu yang dibangun oleh Belanda pada 1653 untuk melindungi pemukiman mereka dari serangan. Tembok itu kemudian dibongkar, tetapi nama "Wall Street" tetap digunakan untuk jalan tersebut.

Pada tahun 1792, sekelompok 24 pialang saham menandatangani Perjanjian Buttonwood, yang menandai awal mula Bursa Saham New York (New York Stock Exchange/NYSE). Mereka menyepakati aturan dasar perdagangan saham dan menetapkan Wall Street sebagai pusat aktivitas mereka. Dari sinilah Wall Street tumbuh menjadi pusat keuangan terbesar di dunia.

Peran Wall Street di Dunia Investasi

Wall Street memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global, khususnya dalam dunia investasi. Berikut beberapa peran utamanya:

  • Pusat Penggalangan Dana:
    Wall Street menjadi tempat bagi perusahaan untuk mengumpulkan modal melalui Initial Public Offering (IPO) atau penerbitan obligasi.

  • Fasilitator Perdagangan Sekuritas:
    Melalui bursa seperti NYSE dan NASDAQ, Wall Street menyediakan sistem perdagangan yang memungkinkan transaksi saham, obligasi, ETF, dan instrumen keuangan lainnya secara transparan dan efisien.

  • Penentu Sentimen Pasar Global:
    Pergerakan harga saham dan indeks di Wall Street sering memengaruhi pasar keuangan di berbagai belahan dunia, menjadikannya indikator penting bagi kondisi ekonomi global.

  • Tempat Berkumpulnya Institusi Keuangan Besar:
    Wall Street menjadi markas bagi bank investasi, hedge fund, dan perusahaan sekuritas terkemuka yang memainkan peran strategis dalam perencanaan keuangan, merger, akuisisi, dan manajemen aset.

  • Sumber Informasi dan Analisis Keuangan:
    Banyak data, laporan keuangan, dan analisis pasar berasal dari institusi yang berbasis di Wall Street. Informasi ini digunakan oleh para trader di seluruh dunia sebagai acuan dalam mengambil keputusan investasi.

Peristiwa Penting dalam Sejarah Wall Street

Berikut adalah beberapa momen paling bersejarah yang pernah terjadi di Wall Street:

1. Diluncurkannya Indeks Dow Jones Industrial Average – 26 Mei 1896

Pada tanggal ini, salah satu indeks saham paling terkenal di dunia, Dow Jones Industrial Average (DJIA), resmi diperkenalkan. Indeks ini mencerminkan kinerja 30 perusahaan besar di Amerika Serikat dari berbagai sektor. Sejak saat itu, DJIA menjadi acuan penting untuk menilai kondisi pasar saham dan perekonomian AS secara umum.

2. Black Tuesday – 29 Oktober 1929

Hari ini dikenal sebagai Black Tuesday, salah satu hari tergelap dalam sejarah Wall Street. Nilai saham di New York Stock Exchange anjlok drastis setelah periode kenaikan panjang di tahun 1920-an. Peristiwa ini menandai awal dari The Great Depression, krisis ekonomi besar yang tidak hanya mengguncang Amerika Serikat, tetapi juga menyebar ke berbagai negara lainnya. Di masa ini pula, teori ekonomi Keynesian mulai mendapatkan perhatian.

3. Peluncuran Nasdaq – 8 Februari 1971

Pada awal 1970-an, dunia menyaksikan kelahiran Nasdaq Stock Market, bursa efek elektronik pertama di dunia. Diluncurkan pada 8 Februari 1971, Nasdaq kemudian dikenal sebagai rumah bagi perusahaan teknologi besar seperti Apple, Microsoft, dan Google, serta menjadi salah satu bursa utama di AS.

4. Black Monday – 19 Oktober 1987

Black Monday terjadi ketika indeks Dow Jones jatuh lebih dari 500 poin dalam satu hari, atau sekitar 25%. Ini merupakan penurunan harian terbesar dalam sejarah indeks tersebut. Meskipun hingga kini belum ada penyebab pasti, banyak analis percaya bahwa faktor teknologi perdagangan otomatis dan sentimen pasar yang memburuk menjadi pemicunya.

5. Runtuhnya Lehman Brothers – 15 September 2008

Krisis keuangan global 2008 mencapai puncaknya ketika Lehman Brothers, salah satu bank investasi terbesar di AS, resmi menyatakan bangkrut. Kejatuhan ini memicu gelombang krisis keuangan yang mengguncang sistem perbankan dunia, membuat pasar keuangan sangat tidak stabil, dan memaksa pemerintah serta bank sentral di seluruh dunia melakukan berbagai langkah penyelamatan ekonomi.

Jam Operasional Wall Street

Bursa Saham New York (NYSE) dan NASDAQ sebagai dua bursa utama di Wall Street memiliki jam operasional yang sama. Waktu perdagangan reguler adalah sebagai berikut:

  • Senin hingga Jumat
    Pukul 09.30 pagi – 16.00 sore waktu New York (Eastern Time/ET)

Jika dikonversi ke waktu Indonesia Barat (WIB), jam operasional Wall Street berlangsung dari pukul 20.30 – 03.00 WIB saat musim standar, dan 19.30 – 02.00 WIB saat Daylight Saving Time (sekitar Maret hingga November).

Selain jam reguler, ada juga sesi pre-market dan after-hours, namun sesi ini umumnya digunakan oleh trader institusional dan memiliki volume yang lebih kecil.

Daftar Isi

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.