Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading

Retained Earning

Pengertian Retained Earning

Retained earnings, atau laba ditahan, adalah keuntungan yang disimpan perusahaan untuk memperkuat keuangan dan mendorong pertumbuhan bisnis. Alih-alih dibagikan sebagai dividen, dana ini digunakan untuk ekspansi, pelunasan utang, atau investasi strategis guna memastikan keberlanjutan perusahaan di masa depan.

Tujuan Retained Earning

Retained earnings memiliki peran strategis dalam pertumbuhan dan stabilitas keuangan perusahaan. Berikut beberapa tujuannya:

Ekspansi dan Investasi

Laba ditahan digunakan untuk mendanai ekspansi bisnis, seperti membuka cabang baru, meningkatkan kapasitas produksi, atau mengembangkan produk dan layanan.

Pelunasan Utang

Perusahaan dapat menggunakan retained earnings untuk membayar utang, mengurangi beban bunga, serta meningkatkan kesehatan keuangan dan kredibilitas di mata investor.

Cadangan Keuangan

Menyimpan laba sebagai dana cadangan membantu perusahaan menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu, seperti krisis atau penurunan pendapatan.

Pengembangan Teknologi dan Inovasi

Investasi dalam riset dan pengembangan (R&D) dapat dilakukan menggunakan laba ditahan, memungkinkan perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing.

Meningkatkan Nilai Perusahaan

Dengan mempertahankan sebagian laba, perusahaan dapat memperkuat ekuitasnya, yang berkontribusi pada peningkatan valuasi perusahaan dan menarik lebih banyak investor.

Dividen di Masa Depan

Meskipun laba ditahan tidak langsung dibagikan sebagai dividen, perusahaan dapat menyimpannya untuk membayar dividen yang lebih besar di masa mendatang saat kondisi keuangan lebih stabil.

Retained earnings menjadi indikator penting dalam menilai keberlanjutan bisnis dan strategi keuangan perusahaan untuk jangka panjang.

Rumus Retained Earning

Rumus untuk menghitung retained earnings (laba ditahan) sangat sederhana dan biasanya dihitung pada akhir periode akuntansi, seperti akhir tahun fiskal. Rumusnya adalah:

Retained Earnings = Awal Retained Earnings + Net Income - Dividends Paid

Di mana:

  • Awal Retained Earnings adalah jumlah laba ditahan yang tercatat di awal periode akuntansi.

  • Net Income (Laba Bersih) adalah total pendapatan yang dihasilkan perusahaan selama periode tersebut, dikurangi dengan total pengeluaran.

  • Dividends Paid (Dividen yang Dibayarkan) adalah total dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham selama periode itu.

Contoh Menghitung Retained Earning

Mari kita lihat contoh sederhana untuk menghitung retained earnings.

Misalkan suatu perusahaan pada awal tahun memiliki retained earnings sebesar $100,000. Selama tahun itu, perusahaan tersebut menghasilkan laba bersih (net income) sebesar $60,000. Selama tahun yang sama, perusahaan tersebut memutuskan untuk membayar dividen sebesar $20,000 kepada pemegang sahamnya.

Kita dapat menghitung retained earnings pada akhir tahun dengan rumus berikut:

Retained Earnings pada Akhir Tahun = Awal Retained Earnings + Net Income - Dividends Paid

Maka:

Retained Earnings pada Akhir Tahun = $100,000 + $60,000 - $20,000

Retained Earnings pada Akhir Tahun = $160,000 - $20,000

Retained Earnings pada Akhir Tahun = $140,000

Jadi, pada akhir tahun, perusahaan ini akan memiliki retained earnings sebesar $140,000 yang dapat ditahan untuk reinvestasi di masa depan, pembayaran utang, atau sebagai cadangan untuk keperluan lainnya sesuai kebijakan perusahaan.

Daftar Isi

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.