Trading
Pengertian Obligasi Variable
Obligasi variabel adalah jenis obligasi di mana tingkat bunganya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan dalam suku bunga referensi atau indeks yang mendasarinya.
Berbeda dengan obligasi berbunga tetap yang memiliki tingkat bunga yang tetap sepanjang masa jatuh tempo, tingkat bunga obligasi variabel dapat berfluktuasi sesuai dengan kondisi pasar keuangan. Obligasi variabel juga dikenal sebagai obligasi suku bunga mengambang atau obligasi suku bunga mengambang.
Fungsi Obligasi Variable
Obligasi variabel memiliki beberapa fungsi yang penting dalam pasar obligasi:
1. Melindungi Investor dari Risiko Suku Bunga
Obligasi variabel dapat memberikan perlindungan terhadap risiko suku bunga dengan mengikuti perubahan suku bunga pasar. Jika suku bunga naik, tingkat bunga obligasi variabel juga naik, sehingga membantu mempertahankan nilai investasi.
2. Fleksibilitas Tingkat Bunga
Obligasi variabel memberikan fleksibilitas kepada investor dengan mengikuti perubahan suku bunga pasar. Hal ini memungkinkan investor untuk memperoleh tingkat bunga yang lebih tinggi jika suku bunga naik, namun tetap melindungi dari penurunan nilai obligasi jika suku bunga turun.
3. Menyesuaikan dengan Inflasi
Tingkat bunga obligasi variabel sering kali dikaitkan dengan indeks inflasi, sehingga memberikan perlindungan terhadap inflasi dan memastikan pengembalian riil yang positif bagi investor.
Cara Menghitung Obligasi Variable
Menghitung nilai atau tingkat bunga obligasi variabel melibatkan beberapa langkah tergantung pada struktur obligasi tersebut. Namun, dalam banyak kasus, obligasi variabel memiliki tingkat bunga yang ditetapkan sebagai persentase di atas suku bunga referensi tertentu, seperti LIBOR (London Interbank Offered Rate) atau tingkat dana federal.
Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menghitung tingkat bunga obligasi variabel:
1. Tentukan Suku Bunga Referensi
Langkah pertama adalah untuk menentukan suku bunga referensi yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung tingkat bunga obligasi variabel. Misalnya, suku bunga referensi bisa menjadi LIBOR 3 bulan.
2. Tentukan Margin atau Spread
Margin atau spread adalah jumlah persentase yang ditambahkan ke suku bunga referensi untuk menentukan tingkat bunga obligasi variabel. Margin ini biasanya ditetapkan pada saat obligasi diterbitkan dan tetap selama masa jatuh tempo obligasi. Misalnya, jika margin adalah 2%, dan suku bunga referensi (LIBOR) adalah 1%, maka tingkat bunga obligasi variabel adalah 3% (1% (LIBOR) + 2% (margin)).
3. Perhatikan Perubahan Suku Bunga Referensi
Karena tingkat bunga obligasi variabel berubah seiring dengan perubahan suku bunga referensi, penting untuk memantau perubahan suku bunga referensi secara teratur. Jika suku bunga referensi naik atau turun, tingkat bunga obligasi variabel juga akan berubah sesuai dengan margin yang ditetapkan.
4. Hitung Kembali Tingkat Bunga
Setelah mengetahui suku bunga referensi dan margin, tingkat bunga obligasi variabel dapat dihitung ulang sesuai dengan perubahan suku bunga referensi. Misalnya, jika suku bunga referensi naik menjadi 2%, dan margin tetap 2%, maka tingkat bunga obligasi variabel akan naik menjadi 4% (2% (LIBOR) + 2% (margin)).
Contoh Obligasi Variable
Misalkan Anda memiliki obligasi variabel dengan tingkat bunga 2% di atas LIBOR 3 bulan. Saat ini, LIBOR 3 bulan adalah 1%. Oleh karena itu, tingkat bunga obligasi variabel saat ini adalah 3% (1% (LIBOR) + 2% (margin)).
Jika LIBOR 3 bulan naik menjadi 2,5%, maka tingkat bunga obligasi variabel akan naik menjadi 4,5% (2,5% (LIBOR) + 2% (margin)).
Penting untuk dipahami bahwa perhitungan tingkat bunga obligasi variabel dapat bervariasi tergantung pada struktur obligasi dan suku bunga referensi yang digunakan. Sebagai investor, penting untuk memahami mekanisme perhitungan ini dan mengikuti perubahan pasar yang relevan.