Trading
Apa itu Earnings per Share?
Earnings per Share (EPS) merupakan indikator profitabilitas yang menunjukkan laba bersih perusahaan per lembar saham yang beredar. Perhitungan EPS dilakukan dengan membagi total laba bersih dengan jumlah rata-rata saham yang dimiliki investor dalam periode tertentu. Semakin tinggi EPS, semakin besar potensi keuntungan yang bisa diperoleh pemegang saham.
EPS juga dipengaruhi oleh faktor seperti pendapatan, profit margin, dan strategi keuangan perusahaan. Investor serta analis menggunakan EPS sebagai salah satu acuan utama dalam menilai kinerja keuangan emiten, membandingkan valuasi saham, serta menentukan prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Fungsi Earnings Per Share (EPS) di Perusahaan
Menghitung Rasio P/E
Rasio Price to Earnings (P/E) diperoleh dengan membagi harga saham saat ini dengan EPS. Semakin rendah rasio P/E, biasanya semakin baik. Misalnya, jika saham PWON berharga Rp480 dengan EPS 30, maka rasio P/E-nya 16, artinya butuh 16 tahun untuk balik modal.Menghitung Rasio PEG
Rasio Price to Earnings Growth (PEG) adalah versi modifikasi dari rasio P/E yang mempertimbangkan pertumbuhan EPS tahunan. PEG dihitung dengan membagi rasio P/E dengan pertumbuhan EPS dari periode sebelumnya.Mengukur Kinerja Perusahaan
EPS kurang ideal untuk membandingkan saham antar perusahaan karena bisa dipengaruhi aksi korporasi jangka pendek. Namun, EPS tetap menjadi indikator penting dalam menilai kinerja perusahaan dari tahun ke tahun.
Rumus Earnings per Share
Untuk dapat mengetahui laba bersih sebuah perusahaan selama satu tahun, Anda bisa menggunakan rumus perhitungan EPS berikut ini:
EPS = (Laba Bersih - Deviden Preferensi) / Jumlah Saham Beredar
Keterangan:
Laba Bersih: adalah laba yang tersisa setelah memperhitungkan semua pengeluaran dan beban perusahaan emiten.
Dividen Preferensi: adalah dividen yang harus dibayarkan kepada pemegang saham preferensi.
Jumlah Saham Beredar: adalah jumlah saham yang beredar dan digunakan dalam perhitungan EPS.
Untuk menghitung EPS perusahaan, neraca dan laporan laba rugi digunakan untuk menemukan jumlah akhir periode saham biasa, dividen yang dibayarkan pada saham preferen (jika ada), dan laba atau laba bersihnya.
Lebih akurat menggunakan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa selama jangka waktu pelaporan karena jumlah saham dapat berubah seiring berjalannya waktu.
Setiap dividen atau pemecahan saham yang terjadi harus tercermin dalam perhitungan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar. Beberapa sumber data menyederhanakan perhitungan dengan menggunakan jumlah saham yang beredar pada akhir suatu periode.
Mengapa EPS harus berdasarkan laporan keuangan akhir tahun perusahaan? Karena pada umumnya, perusahaan akan menerbitkan sejumlah saham baru yang bisa dibeli investor sepanjang tahun berjalan berikutnya.
Ini akan membuat nilai rata-rata saham tertimbang berubah-ubah dari waktu ke waktu. Nilai rata-rata saham tertimbang perhitungannya bisa disederhanakan dengan cara menambahkan jumlah saham beredar pada awal dan akhir tahun kemudian dibagi 2.
Contoh Perhitungan Earnings per Share
Berikut adalah contoh perhitungan EPS untuk membantu Anda memahami rumusnya:
Jika suatu perusahaan memiliki laba bersih sebesar 1 miliar Rupiah dalam satu tahun terakhir dan memiliki 10 juta saham beredar yang dimiliki oleh sejumlah investor, maka nilai EPS-nya adalah:
EPS = 1.000.000.000 / 10.000.000 = 100
Ini berarti bahwa setiap saham memiliki potensi laba sebesar 100 Rupiah. EPS bisa digunakan untuk membandingkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu dan dengan perusahaan sejenis.
Lebih baik EPS tinggi atau rendah? Secara umum, semakin tinggi Earnings Per Share (EPS), semakin besar keuntungan perusahaan. Namun, EPS yang tinggi tidak selalu menjamin kinerja yang baik di masa depan. Faktor seperti cara perusahaan melaporkan pendapatan dan pengeluaran juga dapat memengaruhi kualitas EPS. Oleh karena itu, selain melihat EPS, penting untuk menganalisis kondisi keuangan dan strategi bisnis perusahaan sebelum berinvestasi.